Selamat datang saudara.....

Terima kasih, Anda telah mengunjungi blog kami. Selamat menikmati berbagai informasi yang kami sajikan dalam blog ini. Semoga bermanfaat.

Apa pendapat Anda tentang isi blog ini

Tuesday, April 17, 2012

KAMPANYE

TAHAPAN Pemilu 2009 kini memasuki tahap kampanye terbuka. Para calon legislatif bahkan calon presiden, dengan berbagai cara, semakin gencar mendekati pemilih. Mereka yang berduit muncul dalam iklan di televisi, radio dan surat kabar serta baliho di pinggir jalan. Sedang mereka berkantong tipis berkampanye sesuai kemampuan mereka. Umumnya, mereka mengagung-agungkan diri sendiri dan partainya.

Sebagian calon wakil rakyat menempatkan rakyat pada posisi rendah, yakni orang yang harus dikasihani, yang bakal mereka bantu mencapai kesejahteraan. Padahal, sebenarnya, yang perlu dikasihani adalah para calon legislatif itu. Merekalah yang sedang menghamba-hamba minta dipilih. Merekalah yang membutuhkan rakyat untuk memilih mereka. Rakyat kini berada dalam posisi sangat kuat, yang akan menentukan nasib mereka: dipilih atau tidak dipilih.

Namun, sulit kita temukan calon legislatif yang menempatkan rakyat di tempat terhormat. Ada sejumlah calon wakil rakyat memperlakukan suara rakyat sebagai barang dagangan. Mereka menaburkan uang agar rakyat memilih mereka. Kita tidak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi bila kursi wakil rakyat dibeli orang berduit. Layaknya barang belian, mereka bisa memperlakukan barang itu sesuka hati mereka.

Perlu diingat, walau sebagian besar rakyat menderita dan melarat, seperti sering digambarkan para calon anggota legislatif dan calon presiden dalam iklan politiknya, tapi mereka tidak sedang mengemis berharap belas kasihan. Karena itu, calon legislatif jangan mengumbar janji, jika memang tidak mampu mewujudkannya. Berlakulah wajar dan berkatalah jujur.

Kita mau hubungan calon legislatif, calon presiden dan rakyat adalah hubungan sejajar. Jadi bukan hubungan tinggi-rendah, seperti pintar-bodoh, kaya-miskin, dan terhormat-hina. Siapapun rakyat Indonesia berhak mendapat posisi terhormat di negaranya. Seluruh rakyat Indonesia adalah sama-sama pemilik bangsa ini. Di antara kita sepantasnya tidak saling menghina.

Dalam kampanye terbuka ini sangat memungkinkan seseorang calon legislatif merendahkan, melecehkan dan menghina orang lain. Harapan kita, itu jangan sampai terjadi. Sepatutnya sejak awal disadari bahwa semangat meraih posisi terhormat itu jangan sampai dilakukan dengan cara-cara tak beradab. Hubungan baik antara sesama jauh lebih penting dari jabatan yang bakal diraih, betapapun tingginya jabatan itu.

Hubungan harmonis sesama rakyat akan membuat kita hidup tenang dan bahagia. Bukankah tujuan semua orang adalah kehidupan yang bahagia? Bila kita saling menghargai, berbagai persoalan berat yang dihadapi bisa diatasi. Kita berharap semua calon legislatif memiliki niat baik dan tulus menjadi wakil rakyat. Kita percaya, bila mereka tulus, mereka akan ikhlas mengabdi sebagai wakil rakyat.

Orang tulus tidak menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadinya. Apalagi memanfaatkan jabatan sebagai wakil rakyat meraih keuntungan pribadi, seperti menerima suap dan meminta imbalan di luar hak mereka. Jabatan sebagai anggota legislatif adalah amanah yang mesti dijalankankan sungguh-sungguh. Di tangan mereka tergantung nasib bangsa ini, paling tidak untuk lima tahun ke depan.

No comments:

Post a Comment