Selamat datang saudara.....

Terima kasih, Anda telah mengunjungi blog kami. Selamat menikmati berbagai informasi yang kami sajikan dalam blog ini. Semoga bermanfaat.

Apa pendapat Anda tentang isi blog ini

Thursday, April 19, 2012

Mana Trotoar dan Lapangan Terbuka


SEBAGIAN besar kota-kota di Sumatera Utara belum menjadikan fasilitas umum, seperti trotoar dan lapangan terbuka sebagai perhatian. Bahkan cendrung  mengabaikan. Lihatlah apa yang terjadi di Lapangan Merdeka, di Medan. Sekeliling Lapangan Merdeka sejak beberapa tahun belakangan, didirikan bangunan permanen, yang kini sebagian besar menjadi restoran, yang dikenal dengan Merdeka Walk. Istilah yang berbau asing dan aneh bagi sebagian besar masyarakat kita yang masih banyak yang hidup miskin.

Akibatnya masyarakat yang ingin memanfaat Lapangan Merdeka merdeka untuk rileks, terganggu. Semakin hari, masyarakat yang berkunjung ke Lapangan Merdeka untuk bersantai, semakin berkurang. Bilapun ada, itu adalah mereka yang ingin mengunjungi restoran yang harganya tidak terjangkau bagi masyarakat golongan bawah. Artinya, Lapangan Merdeka yang semestinya bisa menjadi tempat hiburan murah bagi masyarakat, kini tidak bisa lagi mereka nikmati.

Keadaan trotoar tidak lebih baik dari Lapangan Merdeka. Sebagian besar trotoar justru digunakan oleh toko-toko untuk berjualan dan parkir kendaraan. Lihatlah di Jalan Sutomo, sekitar Pasar Sambu dan Pusat Pasar Medan. Trotoar, praktis tidak bisa dilalui karena pemilik toko menggelar dagangannya hingga memenuhi trotoar. Bahkan bila kita berjalan kaki di sekitar itu, harus berjalan agar ke tengah, karena pinggir jalan menjadi areal parkir.

Pemko Medan tidak peduli dengan kondisi ini. Bahkan kabarnya, bangunan di sekeliling Lapangan Merdeka justru diberi izin oleh Pemko. Pernah sebagian masyarakat Medan menggugat pengembalian Lapangan Merdeka seperti sedia kala. Namun gugatan mereka kandas di pengadilan. Kini masyarakat yang ingin memanfaatkan Lapangan Merdeka Medan untuk rileks, harus bersabar. Begitu juga bila menjadi pejalan kaki, tidak trotoar yang nyaman untuk berjalan kaki.

Keadaan di kota lain, seperti di Binjai, walau agak lebih baik, perhatian terhadap Lapangan Merdeka di Binjai juga kurang dari Pemko Binjai. Di sebagian pinggir Lapangan Medeka Binjai berdiri tenda-tenda pedagang kaki lima. Tentu kita tidak melarang pedagang kaki lima berjualan, namun karena Lapangan Merdeka merupakan pusat Kota Binjai, sepatutnya Pemko Binjai menyediakan tempat lain untuk tempat berjualan. Apalagi sebagian trotoar mereka gunakan untuk berjualan, sehingga menyulitkan pejalan kaki.

Perhatian Pemko Binjai terhadap trotoar sangat kurang. Trotoar hanya ditemukan kawasan pusat kota. Itu tidak bisa dilalui pejalan kaki dengan nyaman. Kawasan lain, seperti Jalan Samanhudi dan Jalan Satria, yang tidak jauh dari Lapangan Merdeka, trotoar justru tidak ada. Pejalan kaki harus berjalan di badan jalan atau beram jalan.

Kita berharap masalah lapangan terbuka dan trotoar ini menjadi perhatian pemerintah di kota-kota di Sumatera Utara. Bahkan kalau perlu dibangun jalan khusus untuk pengendara sepeda. Sehingga untuk jarak dekat masyarakat tidak perlu menggunakan mobil atau sepeda motor, yang membutuhkan bahan bakar minyak (BBM).

Namun lantaran menjadi pejalan kaki dan mengendarai sepeda tidak nyaman di kota seperti Medan dan Binjai, masyarakat  jarang berjalan kaki atau naik sepeda. Padahal, bila untuk jarak dekat masyarakat bisa berjalan kaki atau naik sepeda, mereka bisa menghemat. Selain menghemat, warga kota juga akan sehat, karena jalan kaki atau naik sepeda.

No comments:

Post a Comment